Wisata Keluarga di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu

December 20, 2013 by: admin


Ingin nyebrang ke pulau dan ninggalin kepenatan Jakarta sejenak bersama keluarga?. Pilihan yang paling tepat, murah meriah dan cukup menghabiskan waktu weekend, salah satunya yaa.. di Pulau Untung Jawa salah satu dari Desa Wisata Nelayan dan Pulau Rambut (Suaka Margasatwa) di Kepulauan Seribu.

Jika anda mau datang serombongan, titik pertemuan yang bisa digunakan adalah di wilayah Kantor Badan SAR Nasional (BASARNAS) atau Masjid di sebelahnya. Karena menuju Pulau Untung Jawa, paling terdekat adalah melewati Dermaga Perahu di Pantai Tanjung Pasir, Tangerang.


Kira-kira 1 (satu) jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pantai Tanjung Pasir, jika berniat memancing sebaiknya beli dahulu umpan udang hidup yang tersebar di sepanjang jalan. Setibanya di Pantai Tanjung Pasir, jika berniat berhenti sejenak menikmati pantainya dan sekedar ambil photo aktifitas perahu nelayan, sekaligus nyari tumpangan perahu yang nyaman menuju Pulau Untung Jawa.


Bisa bayar ketengan (satu tiket satu orang) atau sekalian carter satu perahu yang muat sekitar 50-60 orang. Pasti lebih terasa murah jika rombongan lebih dari 30 orang jika langsung bisa carter. Kebetulan kami menggunakan KM Gadis Desa, 081519171643. Silahkan dicatat, karena kalo disewa beberapa trip tentu akan lebih mudah dapat potongannya.

Menggunakan perahu motor dari Pantai Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa akan jadi pengalaman menarik bagi anak-anak. Bergoyang oleh ombak laut selama perjalanan 30 menit jadi pengalaman baru bagi mereka yang pertama kali naik perahu kayu. Disepanjang perjalanan mereka juga dapat melihat aktifitas burung laut yang mencari ikan, juga dengan para perahu-perahu nelayan yang hilir mudik.


Sampai di Pulau Untung Jawa, disepanjang kampung sudah tersedia berbagai macam penawaran menarik dari Homestay, dengan berbagai macam fasilitasnya dengan harga yang relatif terjangkau.  Kamar dengan fasilitas AC, Televisi dan Kamar Mandi dalam disewakan sekitar Rp. 300.000,-



Pulau Untung Jawa, dulu di jaman Belanda dikasih nama Amiterdam, secara administratif berada di Kecamatan Kepualauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu dan Provinsi Jakarta. Diusianya yang cukup tua (6 generasi), pada 13 Februari 1954, Lurah bersama penduduk berinisiatif mendirikan tugu peringatan kepindahan yang terletak di tengah tengah pulau tersebut. Mulai saat itu semakin banyak kemajuan yang dirasakan masyarakat Pulau Untung Jawa dan pemerintah DKI tidak tinggal diam memperhatikan kemajuannya.



Semua aktifitas yang anda bisa lakukan tentu saja tentang pantai, laut (bahari), mulai dari berenang, latihan dan uji nyali buat anak-anak dengan ban donat, atau yang sedikit menantang buat anda yang gak jantungan nyoba kebalik dengan Banana boat.



Keliling pulau Untung Jawa sambil jalan atau sewa sepeda juga oke, atau kalo malas berkeringat sudah tersedia becak motor. Yang hobby di bidang photografi, acara potret  memotret matahari tenggelam berikut aktifitas para burung yang menukik menyelam mencari ikan pasti sangat menarik sebagai objek yang bisa dipamerkan ke teman-teman anda jejaring sosial facebook, khusus buat para pengoleksi jempol orang.. hehhehe

Semalam menginap di Pulau Untung Jawa sungguh malam yang penuh kesan, khususnya bagi anak-anak yang udah kecapekan main air di pantai. Jangan pulang dulu sebelum mampir ke Pulau Rambut yang tidak lokasinya berdampingan, memenuhi kebutuhan pengetahuan terhadap lahan konservasi dan habitat burung migran.


Pantainya juga masih terjaga bersih, aktifitas snorkling juga menarik kalo gak terlalu capek setelah jalan-jalan di sepanjang jalur yang disediakan oleh Suaka Margasatwa Pulau Rambut. Untuk memasuki kawasan ini sebelumnya diperlukan izin terdahulu, ada pembatasan jumlah pengunjung dan biasanya jika terlalu banyak akan ada pembagian kelompok (1 kelompok = 10-20 orang) dan membayar retribusi sebesar Rp. 15.000/orang



Anda akan ditemani oleh seorang pemandu untuk perjalanan menuju tower dan menyaksikan dari atas semua aktifitas burung-burung.



Setelah puas menyaksikan secara langsung beberapa jenis burung dan biawak di suaka ini, kalo anak-anak dijamin tidak menikmati agenda jalan-jalan disuaka, tetapi kalo karena bermain air… itu sudah seperti reflek… diluar pemantauan anda, mereka sudah memastikan diri berbasah-basahan sementara semua orang tua tidak mempersiapkan baju gantinya….


Incoming search terms:

perahu nelayan pencari ikan

Leave a Reply